
-Penyelarasan Program Pembangunan Asta Cita, Dasa Cita hingga Visi dan Misi Pemerintah Daerah_
Kupang, WP || Dalam Rangka persiapan pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kota se-NTT bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih awal pekan ini, Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma melakukan tatap muka bersama para Bupati/Walikota se-NTT pada Sabtu 15 Maret 2025 bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur. Tatap muka tersebut dilaksanakan dalam acara Rapat Koordinasi Kepala Daerah Se-Provinsi NTT Tahun 2025 dengan Tema ‘Dari Asta Cita Menuju Dasa Cita Kolaborasi Bersama Sesuai Visi Misi Bupati/Walikota Se-NTT’.
Rapat ini dilaksanakan dengan tujuan menyelaraskan Program Pemerintah Pusat dalam hal ini Asta Cita yang digaungkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama visi dan misi Bupati/Walikota se-NTT.
Dalam pelaksanaan rapat tersebut, para Bupati/Walikota mengungkapkan program dan visi masing-masing sesuai asta cita dan dasa cita yang mencakup ruang lingkup pembangunan diantaranya terkait, pemerataan ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, industri kreatif, potensi sektor pertanian, peternakan serta kelautan dan perikanan, pariwisata hilirisasi dan industrialisasi hingga pengembangan produk unggulan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam arahannya mengungkapkan pentingnya membangun ekosistem kerja sama dan bahu membahu serta saling mendukung antara Pemerintah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Provinsi NTT. “Kita ingin agar ekosistem kolaborasi dan sinergi terus dibangun dan saling mendukung dari Pemerintah Kabupaten/Kota bersama Pemprov NTT hingga Pemerintah Pusat. Hal ini agar ada kesatuan gerak sesuai dengan Asta Cita oleh Presiden Prabowo,” ungkap Gubernur Melki.
“Dalam momentum ini kita bisa mencatat dan mengagendakan program prioritas kabupaten/kota untuk nanti dapat disampaikan pada saat pertemuan bersama para Menteri agar bisa mendapatkan intervensi atau dukungan langsung,” kata Gubernur.
“Dengan niat baik kita semua (Gubernur bersama Bupati/Walikota) yang akan bersama-sama bertemu para Menteri maka saya yakin akan memberikan dampak positif karena kedatangan kita berbarengan satu sama ain dalam hal ini Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai prioritas yang ada,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Gubernur juga menekankan terkait salah satu Program Dasa Cita yaitu One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk Unggulan uang didukung dengan kebijakan strategis pembentukan Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden Prabowo.
“Kita ingin serius untuk menjalankan Program One Village One Product. Ini karena desa-desa kita punya potensi dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, peternakan hingga pariwisata. Saat ini juga ada Koperasi Merah Putih yang akan mendapatkan dukungan anggaran 3-5 miliar. Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang baik bagi,” masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Johanis Asadoma menyebutkan Pemerintah Provinsi NTT membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat menjalankan roda pembangunan dengan maksimal. ”Kita ingin agar Provinsi ini terus maju dan berkembang. Pemerintah Provinsi NTT tidak bisa bergerak tanpa dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota,” kata Wagub Johni.
Ia juga menambahkan Program Satu Desa Satu Produk Unggulan harus dikerjakan untuk dapat ditingkatkan menjadi sektor industri. ”Produk kita dari banyak dari sektor pertanian, peternakan dan kelautan perikanan. Butuh inovasi yang baik untuk dapat bertumbuh menjadi industri dan bisa menembus pasar lokal bahkan pasar dunia” ungkapnya.
Wakil Gubernur Johni juga mengajak para Bupati/Walikota untuk bisa meningkatkan PAD dengan pemanfaatan aset daerah. ”Optimalkan semua aset kita. Kita bisa kerjasamakan dengan pihak ketiga atau dengan bentuk inovasi lain untuk terus menambah PAD,” katanya.
“Saya juga memberi pesan kepada para Bupati dan Walikota untuk memberikan ruang bagi pihak yang ingin berinvestasi. Ciptakan iklim investasi yang positif. Berikan pelayanan yang baik kepada investor seperti perizinannya diperlancar karena bila ada ruang investasi maka akan berdampak penyerapan tenaga kerja dan juga menambah PAD kita,” kata beliau.
Penulis : Meldo Nailopo
Foto : Dio Ceunfin
Video : Ady Hau
